Kontroversi Kebijakan ERP di Jakarta

Electronic Road Pricing atau dikenal dengan ERP merupakan metode jalan berbayar secara elektronik. Sebelum diterapkan di Jakarta, Singapura sudah lebih dulu menggunakan sistem tersebut. Sebagai pencetus ERP, Singapura menganggap bahwa sistem baru ini mampu menekan tingkat kemacetan di negara mereka.  Sebab kendaraan tidak perlu berhenti atau pun mengantri lama demi membayar tagihan tol, sehingga lalu lintas dapat berjalan lancar.

Wacana ERP di Indonesia sebenarnya sudah mulai digaungkan sejak tahun 2010, tetapi uji coba pemberlakuannya baru benar-benar dilakukan kemarin lalu usai sistem 3 in 1 dihapuskan. Dalam project ini, setidaknya terdapat 12 perusahaan yang turut bergabung melakukan investasi. Tujuan menyertakan sejumlah perusahaan adalah supaya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak terpotong dan bisa digunakan untuk kepentingan lain yang lebih urgent.

 

uji coba erp di jakarta

Semenjak diterapkan kebijakan ERP, tanggapan negatif dari masyarakat dan beberapa petinggi mulai bermunculan. Mereka menuntut supaya peraturan jelas yang mengikat seperti Peraturan Pemerintah, sebagai pengatur manajemen dan penerapan lalu lintas segera diselesaikan. Sebab kalau tidak, maka akan memunculkan spekulasi miring dan beberapa pihak merasa dirugikan. Menyikapi hal ini, Gubernur DKI yang pada waktu itu dipegang oleh Fauzi Bowo menegaskan kalau persoalan hukum telah diurus, sehingga segala sesuatu yang terkait di dalamnya dapat dijalankan secara transparan.

Sementara itu, infrastruktur yang dijadikan penyokong ERP diklaim oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, terus diperbaiki supaya memberikan pelayanan maksimal pada publik. Selaras dengan tarif yang diterapkan, ERP akan terus mengalami keuntungan progresif sesuai dengan intensitas kendaraan yang melintas. Sehingga bagi para pengemudi yang akan melewati area berbayar, diharapkan tidak kehabisan saldo atau telah dipasang OBU (On Board Unit) pada mobilnya.

erp di singapura

OBU memang lebih melekat pada warga Jakarta, sehingga bagi para pendatang yang hendak melewati wilayah jalan berbayar lebih baik cepat memasang alat tersebut melalui kantor polisi. Berbeda dengan Singapura yang memberikan layanan jasa secara utuh dengan menyediakan penyewaan OBU, Indonesia sepertinya harus mengikuti kinerja tersebut agar mampu meredam reaksi negatif dari masyarakat.

 

Mengenai tarif yang dipasang, sejumlah pengemudi mengaku bahwa mereka lebih suka menghindari area berbayar supaya tidak terkena tagihan karena biaya pemasangan pengadaan alat dianggap cukup mahal. Berbeda dengan kalangan atas yang mengedepankan waktu, mereka mendapati bahwa tarif Rp20 ribuan lebih dinilai tidaklah mahal. Perbedaan pandangan ini, diharapkan tidak terlalu reaktif bagi masyarakat, karena sistem akan terus mengalami peningkatan seiring perkembangan zaman.

erp di london - congestion

Kendati memperoleh beragam komentar sinis, sistem ERP lambat laun mendapat dukungan dari sejumlah pihak, khususnya bagi mereka yang memang tidak suka berlama-lama terjebak macet. Bahkan hal ini juga didukung oleh petugas keamanan yang membeberkan kalau sistem ERP akan lebih efektif dan efisien diterapkan, mengingat Jakarta sulit lepas dari situasi macet.

 

Ditambah lagi, penerapan ERP juga dinilai akan mampu menekan jumlah pelanggaran yang sebelumnya telah terjadi pada sistem ganjil-genap selama periode berjalan, tingkat kecelakaan, serta pengurangan kecepatan laju transportasi. Selain itu, selama sistem ganjil-genap, ribuan kendaraan tercatat telah kena tilang akibat melanggar peraturan lalu lintas.

Jika memang ERP dirasa mampu menekan angka volume kendaraan, maka hal ini bisa dijadikan cambuk bagi masyarakat beserta jajaran pemerintah kota, supaya lebih tertib sebagai pengguna jalan sekaligus menyediakan layanan transportasi umum yang layak. Ada baiknya pemerintah berkaca dari Jepang dan Korea Selatan yang mengedepankan pelayanan transportasi umum untuk masyarakatnya, sehingga pertumbuhan pengguna mobil bisa dibatasi.

News Reporter

Workaholic. Father of an angelic daughter. Coffee-maniac. Easy going and love thriller movies.